MOHAMMAD SYAFEI TOKOH PENDIDIKAN ASAL KALIMANTAN BARAT

 Mohammad Syafei lahir tahun 1893 di Kota Ketapang atau lebih tepatnya didaerah Natan, Provinsi Kalimantan Barat (West Borneo). dan kemudian diangkat menjadi anak oleh pasangan berdarah minang bernama Ibarahim Marah Sutan dan Andung Chalijah, kemudian dibawa pindah ke Sumatra Barat dan menetap di Bukit Tinggi. Marah Sutan adalah seorang pendidik dan intelektual ternama. Dia sudah mengajar diberbagai daerah di Nusantara, pindah ke Batavia pada tahun 1912 dan disini aktif dalam kegiatan penertiban dan Indische Partij.

Moh.Syafei menamatkan pendidikan di sekolah Rakyat tahun 1908, masuk sekolah Raja (Sekolah Guru) di bukit tinggi dan lulus pada tahun 1914 dan kemudian mengikuti kursus guru gambar pada Bataviashe Kunstkring di Betawi (Jakarta), disamping itu ia juga mempelajari beberapa macam pekerjaan tangan pada tukang-tukang Indonesia di Betawi dan Bogor seperti kepandaian mengerjakan tulang,tanduk,bamboo dan lain-lain. Karena berpendapat untuk memajukan Indonesia dengan cepat, maka kaum ibu adalah salah satu tenaga penting bagi usaha tersebut dan setibanya di Jakarta dari Bukit Tinggi dia lalu mengajar pada sekolah Kartini di pintu Besi Gunung Sahari,Jakarta dengan Murid pada permulaannya hanya 36 orang wanita. pada waktu itu anak-anak perempuan belum dibiasakan untuk meninggalkan rumah karena masih dalam pingitan. Dia menjadi guru pada sekolah Kartini selama 6 tahun dan seiring waktu jumlah murid meningkat pesat menjadi 800 orang lebih ketika ditinggalkannya pada tahun1927. Selama mengajar di sekolah kartini beliau juga diizinkan untuk mengerjakan pekerjaan tangan secara Fakultatif dan juga dia bekerja pada surat kabar harian yang diterbitkan oleh bapak Alam Mara Sutan dan majalah migguan untuk pembaca dewasa dan majalah anak-anak sekolah rakyat pemerintahan Hindia Belanda dan sekolah-sekolah swasta. Disela-sela kesibukannya menyempatkan diri untuk belajar menggambar Pada tahun 1916 dia menempuh Ujian mengikuti ujian Negara untuk menjadi guru gambar pada sekolah lanjutan tingkat pertama dan lulus dengan hasil yang memuaskan. Beliau adalah anak Indonesia yang pertama yang mendapatkan Izasah tersebut. dan bahkan saat menyerahkan hasil ujian Juru bicara penguji berkata : "Hasil pekerjaan beliau sangat baik seandainya tuan adalah orang Belanda tuan akan mendapatkan nilai 9 atau 10 tetapi Karena tuan bangsa pribumi kami berikan nilai 8 untuk tuan".

Beliau juga aktif dalam gerakan politik semenjak tamat sekolah di Bukit Tinggi bahkan aktif dalam Budi Utomo ,membantu Wanita Putri Merdeka serta menjadi anggota partai Insulide pada tahun 1915 yang kemudian berubah menjadi Indische Partij .dibawah pimpinan Tiga Serangkai, beliau mengajukan usulan pada Pemerintah Hindia Belanda supaya memudahkan pelajaran Bahasa Belanda bagi anak-anak Indonesia. dalam tahun itu juga beliau mengajukan Mosi meminta pemerintah Hindia Belanda untuk membuat Parlemen bagi Indonesia. Di tahun 1917 pada kongres Insulide di Semarang beliau juga mengajukan usul pemerintahan Hindia Belanda untuk menukar Punale Sanctie dengan perjanjian buruh merdeka.

Beliau juga turut aktif dalam gerakan Dr.A.G. Niewenhuis, seorang ahli pendidikan dan bahasa untuk mengajar bahasa pada anak-anak usia 10 tahun ke atas, dengan demikian bahasa asing dipelajari terlebih dahulu sebelum bahasa asing menjadi sendi yang kuat untuk mempelajari bahasa asing. hal ini disebabkan karena anak-anak yang berumur 6 tahun pada sekolah HIS diajarkan bahasa belanda yang membuat anak-anak zaman itu sangat terbebani. Gerakan itu berhasil dengan dibentuknya sekolah Schakel yang setraf dengan HIS tapi muridnya adalah tamatan sekolah kelas 3 sekolah Bumiputra dan rakyat.

Sesudah aktif dalam berbagai bidang tersebut di Indoesia selama lebih dari 10 tahun. Dia mencoba memberi tinjauan terhadap berbagai hal tentang keadaan di Indonesia. Dia ingin menambah tinjauannya tersebut dengan sudut pandang dari luar negeri khususnya dari Belanda karena tinjauan tersebut nantinya akan membawa manfaat bagi pendidikan Indonesia juga.

Pada tanggal 31 Mei 1922, Moh.Syafei berangkat ke negeri Belanda menempuh pendidikan atas biaya sendiri. Belajar selama 3 tahun dengan memperdalam ilmu musik, menggambar, pekerjaan tangan, sandiwara termasuk memperdalam pendidikan dan keguruan. Di Belanda di melakuakan tinjauan ke berbagai bidang seperti Ilmu dan tinjauan masyarakat sehingga dia tidak mengikuti pelajaran kelas seperti biasa tetapi lebih banyak mendapatkan pelajaran istimewa atau Privaat-oderwijs. dibidang pendidikan dia mendapati bahwa sekolah-sekolah swasta lebih baik dari pada sekolah pemerintah terutama pada pendidikan dasar dan menengah.

Pada tahun 1925, beliau kembali ke Indonesia untuk mengabdikan ilmu pengetahuannya pada sekolah Kartini di Jakarta dan perguruan lain serta diangkat menjadi Ajunct Inspektur oleh pemerintah Hindia Belanda tetapi dia menolaknya karena ingin membuat sekolah dengan system sendiri. Setelah melakukan tinjauan di Indonesia dan diluar negeri maka lalu bersama Ayahnya Mara Sutan menyusun suatu program berdasarkan beberapa pertanyaan. ”Bagaimana Hendaknya bentuk pendidikan bangsa Indonesia berdasarkan keadaan yang ada dari berbagai aspek”. sesudah itu muncul lah garis arah yang penting untuk pegangan dalam melakukan pekerjaan pendidikan seperti berikut :

- Berusaha mencapai Indonesia Mulia Sempurna.
- Pendidikan Umum dan Kejuruaan sedapat mungkin disatukan.
- Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, Bahasa Belanda sekedar mengerti, bahasa Inggris aktif.
- Kebudayaan nasional sangat dipentingkan.
- Bakat dikembangkan.
- Pusat pemikiran diutamakan.
- Percaya dan berusaha atas tenaga sendiri.
- Rasa Kekeluargaan yang mendalam.
- Biasa pada hidup sederhana.
- Contoh sebagai media pendidikan.
- Sebanyak mungkin pekerjaan diberikan pada pelajar sehingga mereka tidak hanya sebagai objek tetapi juga subjek.
- Menjadi manusia susila,bertubuh kuat dan sehat cerdas logis serta ulet dan gigih.
- Mempunyai rasa tanggung jawab terhadap keselamatan Nusa bangsa Indonesia serta berperikemanusiaan.
- Menjadi manusia kreatif aktif dan kreatif imitative dan emosional yang sehat.
- Usaha-usaha didasarkan atas koperasi.
- Bersebdikan pengetahuaan umum yang sederajat dengan MULO atau SMP diberikan pengetahuaan Umum.
- Tiga cara pengajaran dipergunakan: auditif, visual, dan monotorik-taktil.
- 50% untuk mengembangkan ilmu biasa dan 50% untuk perkembangan bakat, kejuruaan dan latihan untuk menjadi subjek.
- Pelajar dibiasakan dalam dua macam keadaan ,dalam keadaan serba kurang dan kecukupan.



Sumber :
 Diambil dari berbagai referensi
Labels: SEJARAH

MOHAMMAD SYAFEI TOKOH PENDIDIKAN ASAL KALIMANTAN BARAT

Back To Top